DEVI

Sabtu, 07 Juni 2014


BAHAYA ABORSI


www.anehdidunia.com

Alasan kami muat artikel Aborsi ini adalah semata mata untuk membuat pembaca mengetahui akan bahaya ABORSI. semoga tindakan aborsi yang tanpa didasari atas perhitungan matang atau akibat pergaulan bebas ini bisa dihentikan. STOP ABORSI


KEHIDUPAN manusia dimulai saat setelah pembuahan terjadi. Jika dengan SADAR dan dengan SEGALA cara kita MENGAKHIRI hidup manusia tak berdosa, berarti kita melakukan suatu perbuatan TAK BERMORAL dan asosial. Tidak semestinya KITA membiarkan penghentian nyawa hidup siapapun .........atau HIDUP kita sebagai MANUSIA menjadi TIDAK BERHARGA LAGI.


Pengertian 

Menggugurkan kandungan atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah “abortus”. Berarti pengeluaran hasil konsepsi (pertemuan sel telur dan sel sperma) sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Ini adalah suatu proses pengakhiran hidup dari janin sebelum diberi kesempatan untuk bertumbuh.

Dalam dunia kedokteran dikenal 3 macam aborsi, yaitu:
1. Aborsi Spontan / Alamiah
2. Aborsi Buatan / Sengaja
3. Aborsi Terapeutik / Medis

Aborsi spontan / alamiah berlangsung tanpa tindakan apapun. Kebanyakan disebabkan karena kurang baiknya kualitas sel telur dan sel sperma, sedangkan 


Aborsi buatan / sengaja adalah pengakhiran kehamilan sebelum usia kandungan 28 minggu sebagai suatu akibat tindakan yang disengaja dan disadari oleh calon ibu maupun si pelaksana aborsi (dalam hal ini dokter, bidan atau dukun beranak). 


Aborsi terapeutik / medis adalah pengguguran kandungan buatan yang dilakukan atas indikasi medik. Sebagai contoh, calon ibu yang sedang hamil tetapi mempunyai penyakit darah tinggi menahun atau penyakit jantung yang parah yang dapat membahayakan baik calon ibu maupun janin yang dikandungnya. Tetapi ini semua atas pertimbangan medis yang matang dan tidak tergesa-gesa.

ALASAN ABORSI 

Aborsi dilakukan oleh seorang wanita hamil - baik yang telah menikah maupun yang belum menikah dengan berbagai alasan. Akan tetapi alasan yang paling utama adalah alasan-alasan yang non-medis (termasuk jenis aborsi buatan / sengaja)

Di Amerika, alasan-alasan dilakukannya aborsi adalah:
1. Tidak ingin memiliki anak karena khawatir mengganggu karir, sekolah atau
tanggung jawab lain (75%)
2. Tidak memiliki cukup uang untuk merawat anak (66%)
3. Tidak ingin memiliki anak tanpa ayah (50%)

Alasan lain yang sering dilontarkan adalah masih terlalu muda (terutama mereka yang hamil di luar nikah), aib keluarga, atau sudah memiliki banyak anak. Ada orang yang menggugurkan kandungan karena tidak mengerti apa yang mereka lakukan. Mereka tidak tahu akan keajaiban-keajaiban yang dirasakan seorang calon ibu, saat merasakan gerakan dan geliatan anak dalam kandungannya.

Alasan-alasan seperti ini juga diberikan oleh para wanita di Indonesia yang mencoba meyakinkan dirinya bahwa membunuh janin yang ada didalam kandungannya adalah boleh dan benar . Semua alasan-alasan ini tidak berdasar.
Sebaliknya, alasan-alasan ini hanya menunjukkan ketidakpedulian seorang wanita,
yang hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri.

Data ini juga didukung oleh studi dari Aida Torres dan Jacqueline Sarroch Forrest (1998) yang menyatakan bahwa hanya 1% kasus aborsi karena perkosaan atau incest (hubungan intim satu darah), 3% karena membahayakan nyawa calon ibu, dan 3% karena janin akan bertumbuh dengan cacat tubuh yang serius.

Sedangkan 93% kasus aborsi adalah karena alasan-alasan yang sifatnya untuk kepentingan diri sendiri – termasuk takut tidak mampu membiayai, takut dikucilkan, malu atau gengsi. 


Resiko
 
Aborsi memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan maupun keselamatan seorang wanita. Tidak benar jika dikatakan bahwa jika seseorang melakukan aborsi ia “tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang”.
Ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita, terutama mereka yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi.

Ada 2 macam resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi:
1. Resiko kesehatan dan keselamatan secara fisik
2. Resiko gangguan psikologis


Resiko kesehatan dan keselamatan fisik
Pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi ada beberapa resiko yang akan dihadapi seorang wanita, seperti yang dijelaskan dalam buku “Facts of Life” yang ditulis oleh Brian Clowes, Phd yaitu:
1. Kematian mendadak karena pendarahan hebat
2. Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal
3. Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan
4. Rahim yang sobek (Uterine Perforation)
5. Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada
anak berikutnya
6. Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita)
7. Kanker indung telur (Ovarian Cancer)
8. Kanker leher rahim (Cervical Cancer)
9. Kanker hati (Liver Cancer)
10. Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat
pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya
11. Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic Pregnancy)
12. Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease)
13. Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)


Resiko kesehatan mental
Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan seorang wanita secara fisik, tetapi juga memiliki dampak yang sangat hebat terhadap keadaan mental seorang wanita.

Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai “Post-Abortion Syndrome” (Sindrom Paska-Aborsi) atau PAS. Gejala-gejala ini dicatat dalam “Psychological Reactions Reported After Abortion” di dalam penerbitan The Post-Abortion Review (1994).

Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami hal-hal seperti berikut ini:
1. Kehilangan harga diri (82%)
2. Berteriak-teriak histeris (51%)
3. Mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%)
4. Ingin melakukan bunuh diri (28%)
5. Mulai mencoba menggunakan obat-obat terlarang (41%)
6. Tidak bisa menikmati lagi hubungan seksual (59%)

Diluar hal-hal tersebut diatas para wanita yang melakukan aborsi akan dipenuhi perasaan bersalah yang tidak hilang selama bertahun-tahun dalam hidupnya.

HUKUM DAN ABORSI 

Menurut hukum-hukum yang berlaku di Indonesia, aborsi atau pengguguran janin termasuk kejahatan, yang dikenal dengan istilah “Abortus Provocatus Criminalis”

Yang menerima hukuman adalah:
1. Ibu yang melakukan aborsi
2. Dokter atau bidan atau dukun yang membantu melakukan aborsi
3. Orang-orang yang mendukung terlaksananya aborsi

Beberapa pasal yang terkait adalah:

Pasal 229

1. Barang siapa dengan sengaja mengobati seorang wanita atau menyuruhnya
supaya diobati, dengan diberitahukan atau ditimbulkan harapan, bahwa karena
pengobatan itu hamilnya dapat digugurkan, diancam dengan pidana penjara paling
lama empat tahun atau denda paling banyak tiga ribu rupiah.
2. Jika yang bersalah, berbuat demikian untuk mencari keuntungan, atau menjadikan
perbuatan tersebut sebagai pencarian atau kebiasaan, atau jika dia seorang tabib,
bidan atau juru obat, pidananya dapat ditambah sepertiga.
3. Jika yang bersalah, melakukan kejahatan tersebut, dalam menjalani pencarian maka
dapat dicabut haknya untuk melakukan pencarian itu.

Pasal 341

Seorang ibu yang, karena takut akan ketahuan melahirkan anak, pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian, dengan sengaja merampas nyawa anaknya, diancam, karena membunuh anak sendiri, dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Pasal 342

Seorang ibu yang, untuk melaksanakan niat yang ditentukan karena takut akan ketahuan bahwa akan melahirkan anak, pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian merampas nyawa anaknya, diancam, karena melakukan pembunuhan anak sendiri dengan rencana, dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.

Pasal 343

Kejahatan yang diterangkan dalam pasal 341 dan 342 dipandang, bagi orang lain yang turut serta melakukan, sebagai pembunuhan atau pembunuhan dengan rencana.

Pasal 346

Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Pasal 347


1. Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang
wanita tanpa persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas
tahun.
2. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan pidana penjara
paling lama lima belas tahun.

Pasal 348


1. Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang
wanita dengan persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama lima
tahun enam bulan.
2. Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan pidana
penjara paling lama tujuh tahun.

Pasal 349

Jika seorang tabib, bidan atau juru obat membantu melakukan kejahatan yang tersebut pasal 346, ataupun melakukan atau membantu melakukan salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348, maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengan sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencarian dalam mana kejahatan dilakukan.
STOP ABORSI

Foto - Foto Proses Aborsi,  Jika Tidak kuat Mohon jangan meneruskan untuk melihat foto-foto aborsi ini

www.anehdidunia.com

www.anehdidunia.com

www.anehdidunia.com


www.anehdidunia.com

www.anehdidunia.com

www.anehdidunia.com

www.anehdidunia.com

www.anehdidunia.com

www.anehdidunia.com

www.anehdidunia.com

www.anehdidunia.com

www.anehdidunia.com






DUKUNGAN PSIKOLOGI IBU HAMIL



Kebutuhan Psikologi Ibu Hamil Trimester I, II dan III

TRIMESTER I
Sekarang wanita merasa sedang hamil dan perasaannya pun bisa menyenangkan atau tidak menyenangkan. Hal ini dipengaruhi oleh keluhan umum seperti lelah, lemah, mual, sering buang air kecil, membesarnya payudara. Ibu merasa tidak sehat dan sering kali membenci kehamilannya perubahan emosi yang sering terjadi adalah mudah menangis, mudah tersinggung, kecewa penolakan, dan gelisah serta seringkali biasanya pada awal kehamilan ia berharap untuk tidak hamil.
Pada trimester ini adalah periode penyesuaian diri, seringkali ibu mencari tanda-tanda untuk lebih meyakinkan bahwa dirinya memang hamil. ibu sering merasa ambivalen, bingung, sekitar 80% ibu melewati kekecewaan, menolak, sedih, gelisah. Kegelisahan timbul karena adanya perasaan takut, takut abortus atau kehamilan dengan penyulit, kematian bayi, kematian saat persalinan, takut rumah sakit, dan lain-lain. Perasaan takut ini hendaknya diekspresikan sehingga dapat menambah pengetahuan ibu dan banyak orang yang membantu dan member perhatian. Oleh karena itu sangat penting adanya keberanian wanita untuk komunikasi baik dengan pasangan, keluarga meupun bidan.
Sumber kegelisahan lainnya adalah aktivitas seks dan relasi dengan suami. Wanita merasa tidak mempunyai daya tarik, kurang atraktif adanya perubahan fisik sehingga menjadi tidak percaya diri. Kebanyakan wanita mengalami penurunan libido pada periode ini. Keadaan ini membutuhkan adanya komunikasi yang terbuka dan jujur dengan suami. Perubahan psikologi ini menurun pada trimester 2 dan meningkat kembali pada saat mendekati persalinan.
Kegelisahan sering dibarengi dengan mimpi buruk, firasat dan hal ini sangat mengganggu. Dengan meningkatnya pengetahuan dan pemahaman akan kehamilan, bahaya/risiko,komitmen untuk menjadi orang tua, pengalaman hamil akan membuat wanita menjadi siap. Perasaan ambivalen akan berkurang pada akhir trimester 1 ketika wanita sudah menerima/ menyadari bahwa dirinya hamil dan didukung oleh perasaan aman untuk mengekspresikan perasaannya.
Reaksi pertama seorang pria ketika mengetahui bahwa dirinya akan menjadi ayah adalah timbulnya perasaan bangga atas kemampuannya mempunyai keturunan bercampur dengan keprihatinan akan kesiapannya untuk menjadi seorang ayah dan pencari nafkah untuk keluarganya. Seorang calon ayah akan sangat memperhatikan keadaan ibu yang sedang mulai hamil dan menghindari hubungan seks karena takut mencederai janin.

TRIMESTER II

Periode ini sering disebut periode sehat (radian health) ibu sudah bebas dari ketidaknyamanan. Selama periode ini wanita sudah mengharapkan bayi. Dengan adanya gerakan janin, rahim yang semakin membesar, terlihatnya gerakan bayi saat di USG semakin meyakinkan dia bahwa bayinya ada dan dia sedang hamil. Ibu menyadari bahwa bayinya adalah individu yang terpisah dari dirinya oleh karena itu sekarang ia lebih fokus memperhatikan bayinya. Ibu sudah menerima kehamilannya dan mulai dapat menggunakan energi dan pikirannya secara lebih konstruktif. Sebelum adanya gerakan janin ia berusaha terlihat sebagai ibu yang baik, dan dengan adanya gerakan janinia menyadari identitasnya sebagai ibu. Hal ini menimbulkan perubahan yang baik seperti kontak sosial meningkat dengan wanita hamil lainnya, adanya gelar calon ibu baru, ketertarikannya pada kehamilan dan persalinan serta persiapan untuk menjadi peran baru.
Kebanyakan wanita mempunyai libido yang meningkat dibandingkan trimester I, hal ini terjadi karena ketidaknyamanan berkurang, ukuran perut tidak begitu besar.

TRIMESTER III

Periode ini sering disebut priode menunggu dan waspada sebab pada saat itu ibu tidak sabar menunggu kelahiran bayinya, menunggu tanda-tanda persalinan. Perhatian ibu berfokur pada bayinya, gerakan janin dan membesarnya uterus mengingatkan pada bayinya. Sehingga ibu selalu waspada untuk melindungi bayinya dari bahaya, cedera dan akan menghindari orang/hal/benda yang dianggapnya membahayakan bayinya. Persiapan aktif dilakukan untuk menyambut kelahiran bayinya, membuat baju, menata kamar bayi, membayangkan mengasuh/merawat bayi, menduga-duga akan jenis kelaminnya dan rupa bayinya.
Pada trimester III biasanya ibu merasa khawatir, takut akan kehidupan dirinya, bayinya, kelainan pada bayinya, persalinan, nyeri persalinan, dan ibu tidak akan pernah tahu kapan ia akan melahirkan. Ketidaknyamanan pada trimester ini meningkat, ibu merasa dirinya aneh dan jelek, menjadi lebih ketergantungan, malas dan mudah tersinggung serta merasa menyulitkan. Disamping itu ibu merasa sedih akan berpisah dari bayinya dan kehilangan perhatian khusus yang akan diterimanya selama hamil, disinilah ibu memerlukan keterangan, dukungan dari suami, bidan dan keluarganya.
Masa ini disebut juga masa krusial/penuh kemelut untuk beberapa wanita karena ada kritis identitas, karena mereka mulai berhenti bekerja, kehilangan kontak dengan teman, kolega (Oakley, dalam Sweet,1999). Mereka merasa kesepian dan terisolasidi rumah. Wanita mempunyai banyak kekhawatiran seperti tidakan meedikalisasi saat persalinan, perubahan body image merasa kehamilannya sangat berat, tidak praktis, kurang atraktif, takut kehilangan pasangan. Bidan harus mampu mengkaji dengan teliti/hati-hati sejumlah stres yang dialami ibu hamil, mampu menilai kemampuan coping dan memberikan dukungan.
DUKUNGAN ATAU SUPPORT DARI TENAGA KESEHATAN
A. Pentingnya dukungan selama kehamilan
Dukungan selama masa kehamilan sangat dibutuhkan bagi seorang wanita yang sedang hamil, terutama dari orang terdekat apalagi bagi ibu yang baru pertama kali hamil. Seorang wanita akan merasa tenang dan nyaman dengan adanya dukungan dan perhatian dari orang orang terdekat.
Penelitian Werner (2001) menyebutkan bahwa perubahan fisik dan psikologis yang terjadi pada wanita hamil meningkatkan dependency need/ kebutuhan. Penelitian tersebut juga menunjukan kebutuhan akan perhatian yang lebih besar, keinginan memastikan bahwa bantuan yang dibutuhkan telah tersedia dan keinginan akan keterlibatan teman dan keluarga.
Hal ini diperkuat dengan penelitian Marks & Kumar (2001) yang menunjukan bahwa kecemasan yang dialami oleh wanita hamil lebih banyak terdapat pada mereka yang kurang mendapat dukungan sosial.
B. Dukungan yang diperlukan oleh ibu hamil
Dukungan/ support yang diperlukan oleh ibu hamil dapat berasal dari keluarga dan tenaga kesehatan.
C. Support dari bidan kepada ibu hamil
Bidan berperan memberikan support dan dukungan moral bagi klien dalam menghadapi perubahan fisik dan adaptasi psikologis, meyakinkan bahwa klien dapat menghadapi kehamilannya dan perubahan yang dirasakannya adalah sesuatu yang normal. Bidan harus bekerja sama dan membangun hubungan yang baik dengan klien agar terjalin hubungan yang terbuka antara bidan dan klien. Keterbukaan ini akan mempermudah bidan memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi klien.
Peran bidan dalam persiapan psikologis ibu hamil yaitu mempelajari keadaan lingkungan ibu hamil. Ibu hamil yang selalu memikirkan mengenai keluarga, keuangan, perumahan dan pekerjaan dapat juga menimbulkan depresi dan perlu penanggulangan. Untuk itu bidan harus melakukan pengkajian termasuk keadaan lingkungan (latar belakang) sehingga mempermudah dalam melakukan asuhan kebidanan
Bidan juga berfungsi sebagai fasilitator bagi kliennya. Bidan dapat membagi pengalaman yang pernah dirasakan bidan itu sendiri atau menceritakan pengalaman orang lain sehingga klien mampu membayangkan bagaimana cara mereka sendiri untuk menyelesaikan dan menghadapi permasalahannya. Bidan memperkuat pengaruh yang positif misalnya dengan memberikan dukungan mental dan penjelasan tentang kebahagiaan akan mempunyai anak yang diinginkan dan dinantikan.
Bidan juga berperan sebagai pendidik, bidan yang memutuskan apa yang harus diberitahukan kepada klien dalam menghadapi kehamilannya dan agar selalu waspada terhadap setiap perubahan yang terjadi, perilakunya dan bagaimana menghadapi permasalahan yang timbul akibat kehamilannya.
Dalam memberikan informasi dan pendidikan kesehatan, bidan mengurangi pengaruh yang negatif misalnya kecemasan dan ketakutan yang sering ditimbulkan oleh cerita cerita yang menakutkan mengenai kehamilan dan persalinan, pengalaman persalinan yang lampau atau karena kurangnya pengetahuan mengenai proses kehamilan dan persalinan. Bidan mengajarkan dan menganjurkan latihan fisik seperi senam hamil untuk memperkuat otot otot dasar panggul.
Pada trimester pertama, tenaga kesehatan dapat memberi dukungan dengan menjelaskan dan meyakinkan pada ibu bahwa apa yang terjadi padanya adalah sesuatu yang sangat normal, sebagian besar wanita merasakan hal yang serupa pada trimester pertama. Membantu ibu untuk memahami setiap perubahan yang terjadi padanya baik fisik maupun psikologis . Yakinkan bahwa kebanyakan ibu akan merasa lebih baik dan berbahagia pada trimester kedua.
Pada trimester ke dua, ibu sudah mulai merasa lebih sehat dan menginginkan kehamilannya sehingga petugas kesehatan dapat memberikan dukungan dengan mengajarkan kepada ibu tentang nutrisi, pertumbuhan bayi, tanda tanda bahaya, rencana kelahiran dan kegawatdaruratan, karena saat ini merupakan waktu dan kesempatan yang paling tepat.
Trimester ketiga seringkali disebut periode menunggu dan waspada, sebab pada saat itu ibu merasa tidak sabar menunggu kelahiran bayinya. Kewaspadaan ibu terhadap timbulnya tanda dan gejala terjadinya persalinan meningkat .Pada trimester ini, petugas kesehatan dapat memberikan dukungan dengan memberikan penjelasan bahwa yang dirasakan ibu adalah normal, Membicarakan lagi dengan ibu bagaimana tanda tanda persalinan yang sebenarnya dan menenangkan ibu.

 KESIMPULAN
1. Dukungan selama masa kehamilan sangat dibutuhkan bagi seorang wanita yang sedang hamil, terutama dari orang terdekat apalagi bagi ibu yang baru pertama kali hamil.
2. Bidan berperan memberikan support dan dukungan moral bagi klien dalam menghadapi perubahan fisik dan adaptasi psikologis
3. Dalam memberikan support kepada ibu hamil, bidan juga berperan sebagai fasilitator dan pendidik
SARAN
Sebagai tenaga kesehatan hendaknya kita senantiasa memberikan dukungan/ support kepada setiap ibu hamil agar supaya mereka dapat menerima perubahan fisik dan psikologis yang mereka alami dan dapat memperoleh dukungan moral yang dapat membuat mereka lebih nyaman dalam menjalani kehamilannya
MACAM-MACAM KELUHAN PADA IBU HAMIL


ibu hamil
Selama kurang lebih 9 bulan, seorang wanita yang sedang hamil akan mengalami berbagai macam keluhan khas ibu hamil. Keluhan yang muncul berbeda-beda antara wanita yang satu dengan lainnya. Ada yang merasakan begitu banyak keluhan, tapi ada yang hanya mengalami satu atau dua keluhan. Ada ibu hamil yang kepayahan selama 9 bulan, ada yang hanya beberapa bulan pertama (biasanya pada trimester/3 bulan pertama), dan ada pula yang menjalani kehamilan tanpa keluhan yang berarti. Berikut ini akan disampaikan beberapa keluhan khas ibu hamil sekaligus solusi untuk mengatasinya.
Keletihan yang terus menerus
Keletihan yang dialami ibu hamil merupakan sesuatu hal yang wajar. Tubuh ibu hamil bekerja lebih keras dibanding tubuh yang tidak sedang hamil, bahkan dalam kondisi sedang beristirahat sekalipun. Hanya saja ibu hamil tidak menyadari bahwa tubuhnya sedang bekerja keras dan menyesuaikan diri dengan banyaknya tuntutan fisik dan emosional dari kehamilan.
Solusi :
  • Pastikan bahwa Anda cukup tidur, terutama di malam hari.
  • Kerjakan pekerjaan yang harus Anda selesaikan semampunya saja (jangan memaksakan diri).
  • Mintalah bantuan pada suami atau orang-orang terdekat jika Anda merasa tidak mampu melakukan suatu pekerjaan.
  • Usahakan melakukan olahraga ringan, karena terlalu banyak istirahat dan kurangnya aktivitas justru akan meningkatkan keletihan.
  • Jika keletihannya sangat parah, terutama jika disertai dengan pingsan, pucat, sesak nafas, denyut jantung sangat cepat, maka segera periksakan diri Anda ke dokter.
Mual dan muntah.
Keluhan ini bisaanya terjadi pada awal kehamilan. Karena sering terjadi pada pagi hari, kondisi ini disebut juga “morning sickness”. Muntah yang berlebihan dapat menyebabkan kekurangan gizi maupun dehidrasi (kekurangan cairan).
Solusi :
  • Makan sedikit-sedikit, tetapi sering. Sebaiknya makanan dimakan dalam kondisi hangat.
  • Makanlah makanan selingan seperti biskuit atau roti kering dengan minuman hangat saat bangun pagi dan sebelum tidur.
  • Hindari mengkonsumsi tembakau (merokok), alkohol, kafein, minuman berkarbonasi (soda), makanan berminyak, berlemak dan berbau menyengat.
  • Hindari pemandangan, bau, dan rasa makanan yang membuat Anda mual.
  • Perbanyak minum air putih diantara waktu makan.
  • Konsumsi suplemen/vitamin tambahan khusus untuk ibu hamil. Kandungan vitamin B6 dapat membantu meredakan mual pada beberapa ibu hamil.
  • Istirahat yang cukup dan berkualitas.
  • Bangun pagi secara perlahan-lahan. Jangan langsung turun dari tempat tidur dengan tergesa-gesa, karena hal tersebut dapat memperparah mual.
  • Sikatlah gigi dengan pasta gigi yang rasa dan aromanya tidak menambah mual atau berkumur setiap selesai makan dan muntah. Selain menyegarkan mulut dan mengurangi mual, kebisaaan ini juga dapat menjaga kesehatan gigi dan gusi.
Mengidam (sangat menginginkan) atau justru membenci makanan tertentu
Mengidam atau justru membenci suatu makanan merupakan hal yang wajar dan terkait dengan perubahan hormonal terutama pada awal-awal kehamilan. Terkadang hal ini juga dipengaruhi oleh kebutuhan emosional dari ibu hamil.
Solusi :
  • Selama makanan yang diinginkan tidak berbahaya bagi ibu hamil beserta janinnya dan bisa dipenuhi (permintaan yang wajar), maka sah-sah saja mengonsumsi makanan tersebut.
  • Sebaliknya, jika Anda sangat membenci makanan tertentu, maka Anda tidak perlu memaksakan diri untuk memakannya, hanya saja Anda tetap perlu mencari penggantinya yang memiliki kandungan gizi yang setara.
  • Mintalah pengertian dari suami atau orang terdekat dan ungkapkan perasaan Anda sehingga kebutuhan emosional Anda terpenuhi.
Banyaknya produksi ludah
Produksi ludah yang berlebihan merupakan gejala umum dari kehamilan yang tidak menyenangkan tapi tidak berbahaya, biasanya tidak berlangsung lama dan akan menghilang setelah beberapa bulan pertama.
Solusi :
  • Sering bersiwak atau sikat gigi menggunakan pasta gigi yang mengandung mentol atau mint.
  • Berkumur dengan cairan atau obat kumur yang mengandung mentol/mint.
Merasakan tekanan di perut bagian bawah
Anda tidak perlu terlalu khawatir ketika merasakan adanya tekanan di perut bagian bawah selama tidak ada nyeri, perdarahan, dan gejala lain terkait dengan keguguran atau kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan). Tekanan yang Anda rasakan di perut bagian bawah ini kemungkinan besar karena tubuh menangkap sinyal perubahan di perut bagian bawah yang merupakan lokasi rahim saat ini. Apa yang Anda rasakan merupakan sensasi penanaman embrio (bakal janin) di dinding rahim, bertambahnya aliran darah, menebalnya lapisan dinding rahim, dan bertambah besarnya ukuran rahim.
Solusi :
  • Gunakan pakaian yang nyaman (tidak ketat)
  • Ganti celana dalam Anda dengan ukuran yang lebih sesuai supaya tidak menambah tekanan pada perut.
  • Konsultasikan dengan dokter Anda jika keluhan ini bertambah parah atau disertai gejala lain seperti nyeri, perdarahan, dan lain-lain.
Sering buang air kecil
Wanita hamil biasanya akan mengalami sering buang air kecil pada trimester (tiga bulan) pertama dan ketiga. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya volume cairan tubuh dan meningkatnya kerja ginjal, sehingga mempercepat pembuangan produk sisa. Selain itu, makin diperparah dengan adanya tekanan dari rahim yang membesar pada kandung kemih.
Solusi :
  • Jangan khawatir dan jangan mengurangi jumlah cairan yang masuk ke tubuh Anda karena tubuh Anda membutuhkan cairan yang cukup selama hamil.
  • Anda hanya boleh membatasi minum ketika menjelang tidur malam untuk  menghindari sering terbangun pada malam hari.
Nyeri ulu hati dan gangguan pencernaan
Di awal kehamilan, tubuh memproduksi sejumlah besar hormon progesteron dan relaksin yang cenderung melemaskan jaringan otot polos di semua bagian tubuh, termasuk di saluran pencernaan. Akibatnya, kadang-kadang makanan bergerak lebih lambat melalui sistem pencernaan, sehingga memunculkan perasaan kembung dan penuh. Mungkin hal ini terasa tidak nyaman bagi Anda, tapi pelambatan ini menguntungkan bagi janin karena memungkinkan penyerapan zat gizi ke dalam aliran darah dan pada gilirannya ke plasenta (ari-ari) dan janin.
Nyeri ulu hati terjadi bila cincin otot yang memisahkan esofagus (kerongkongan) dengan lambung melemas sehingga makanan dan asam lambung mengalir kembali dari lambung ke esofagus. Asam lambung ini mengiritasi dinding esofagus yang peka sehingga menyebabkan sensasi panas atau perih di area dekat jantung. Selama bulan-bulan terakhir dari kehamilan, masalah ini makin diperparah dengan pembesaran rahim sehingga menekan lambung.
Solusi :
  • Hindari kenaikan berat badan yang berlebihan supaya tidak terjadi penekanan berlebihan pada lambung.
  • Jangan mengenakan pakaian yang ketat di sekitar perut atau pinggang.
  • Hindari makan terlalu banyak dalam sekali waktu, akan lebih baik jika Anda makan dengan porsi kecil tapi lebih sering.
  • Makan dengan perlahan dan kunyahlah dengan sempurna.
  • Hindari makanan yang menimbulkan rasa tidak nyaman pada lambung, seperti makanan pedas, berbumbu kuat, gorengan, makanan berlemak, coklat, kopi, minuman bersoda, dan lain-lain.
Pusing
Pada trimester pertama kehamilan, pusing bisa terjadi karena tidak cukupnya pasokan darah untuk memenuhi sistem peredaran darah yang sedang mengembang dengan cepat. Pada trimester kedua, pusing bisa disebabkan oleh tekanan rahim yang membesar pada pembuluh darah ibu. Pusing juga bisa menyerang setiap kali Anda bangun terlalu cepat dari posisi duduk atau berdiri. Ini disebabkan oleh peralihan darah yang tiba-tiba dari otak ketika Anda mengganti posisi. Anda juga bisa merasakan pusing ketika kadar gula rendah, dehidrasi (kekurangan cairan), dan ketika sedang berada dalam ruangan yang pengap.
Solusi :
  • Selalu bangun dengan bertahap (tidak tiba-tiba)
  • Makan dalam porsi kecil dan lebih sering, serta mengonsumsi camilan sehat.
  • Minum dalam jumlah yang cukup (8 gelas sehari), dan lebih banyak lagi ketika cuaca panas atau Anda sedang berolahraga.
  • Hindari berada dalam ruangan yang pengap, cari udara segar, dan selalu buka lebar jendela ruangan Anda.
  • Jika kepala terasa pusing dan hampir pingsan, cobalah untuk meningkatkan aliran darah ke otak dengan berbaring, jika mungkin dengan kaki ditinggikan, atau duduk dengan kepala diletakkan di antara lutut, sampai pusing berangsur hilang. Jika tidak ada tempat untuk berbaring atau duduk, berlututlah dengan satu lutut dan bungkukkan tubuh ke depan seperti ketika Anda mengikat tali sepatu.
  • Konsultasikan pada dokter Anda jika pusing dan hamper pingsan ini sering terjadi, karena bisa jadi merupakan pertanda anemia sehingga perlu dipantau lebih lanjut
Baal dan kesemutan di tangan
Baal (mati rasa) dan kesemutan pada tangan dan kaki ketika hamil merupakan gejala yang normal selama hamil dan disebabkan oleh tekanan pada saraf oleh jaringan yang membengkak. Jika baal dan nyeri hanya terjadi pada ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan sebagian dari jari manis, kemungkinan Anda mengalami carpal tunnel syndrome (sindrom saluran karpal). Ini disebabkan oleh membengkaknya saluran karpal yang berada di pergelangan tangan dan tempat berjalannya saraf menuju jari-jari, sehingga menimbulkan baal, kesemutan, rasa panas, dan nyeri, yang bisaanya memburuk pada malam hari. Nyeri dari sindrom saluran karpal yang terjadi karena kehamilan, biasanya akan membaik 2 atau 3 pekan pasca persalinan.
Solusi :
  • Usahakan tangan tidak tertindih selama tidur.
  • Jika terjadi baal dan kesemutan, gantungkan tangan yang baal di sisi tempat tidur dan guncangkan dengan keras, tindakan ini akan meredakan baal.
  • Istirahatkan tangan sesekali jika Anda sering menggunakan tangan dalam bekerja (misal mengetik).
Sesak nafas
Hormon kehamilan merangsang pusat pernafasan untuk meningkatkan frekuensi dan kedalaman nafas sehingga Anda merasa sulit bernafas. Selain itu, sesak nafas juga bisa disebabkan oleh adanya pembengkakan pembuluh darah kapiler dari saluran pernafasan dan bagian tubuh lainnya, mengendurnya otot-otot paru, saluran bronchus (cabang paru), dan otot-otot lain. Tekanan rahim yang membesar pada diafraghma dapat menyesakkan paru-paru sehingga paru-paru sulit mengembang dengan penuh.
Solusi :
  • Tetap tenang dan rileks akan sangat membantu untuk menghindari terjadinya sesak nafas.
  • Mungkin Anda akan lebih mudah bernafas jika posisi anda tegak dan tidak menyandar ke belakang.
  • Jika Anda sulit tidur dalam posisi berbaring, cobalah untuk tidur pada posisi setengah duduk (disangga dengan 2 atau 3 bantal).
  • Hindari kerja fisik yang keras.
  • Segera temui dokter Anda jika sesak nafas yang Anda alami sangat parah, disertai dengan pernafasan yang cepat, bibir dan ujung jari kebiruan, nyeri dada, dan atau denyut nadi yang cepat.
Sakit punggung
Selama hamil, sendi pinggul yang biasanya stabil akan melonggar untuk mempermudah keluarnya bayi pada saat lahir. Bersamaan dengan besarnya perut, kondisi ini membuat kondisi tubuh anda tidak seimbang. Untuk mengimbanginya Anda cenderung menarik pundak dan leher ke arah belakang sehingga punggung bawah akan melengkung, otot punggung terlalu tertarik, dan nyeri.
Solusi :
  • Menjaga pertambahan berat badan agar tidak terlalu berlebihan.
  • Jangan menggunakan sepatu tumit tinggi.
  • Jangan mengangkat benda dengan tiba-tiba. Stabilkan dulu posisi tubuh dengan mengambil posisi melebar (kaki terpisah selebar pundak) dan setengah berjongkok. Tekuklah lutut, dan bukan pinggang Anda.
  • Usahakan tidak berdiri atau duduk terlalu lama.
  • Ketika Anda berdiri di atas lantai yang keras (misalnya ketika memasak atau mencuci piring) letakkan keset di bawah kaki untuk mengurangi tekanan.
  • Pilihlah kursi atau tempat duduk dengan sandaran punggung yang lurus, berlengan, dan bantalan yang keras atau tidak terlalu empuk.
  • Gunakan kompres (dengan handuk atau lap) panas dan dingin secara bergantian untuk meredakan nyeri otot, masing-masing bergantian tiap 15 menit.
PENUTUP
Masih banyak keluhan yang mungkin akan muncul selama seorang wanita mengandung bayinya. Pada dasarnya, keluhan-keluhan khas ibu hamil biasanya akan membaik atau menghilang setelah bayi lahir. Untuk itu, hendaknya ibu hamil bersabar dalam menjalani kehamilannya dan senantiasa optimis akan bisa menjalaninya dengan baik. Sekian penjelasan tentang keluhan ibu hamil dan solusinya. Semoga bermanfaat.
PERSIAPAN PERSALINAN


Bagi para wanita yang usia kandungannya telah memasuki trimester 3 tentunya sudah musti melakukan persiapan persalinan. Biasanya pada masa-masa menjelang persalinan banyak calon orang tua (apalagi bila ini pengalaman kehamilan pertama) yang merasa panik.
Agar tidak terjadi kericuhan pada waktu bersalin, ada baiknya melakukan persiapan menghadapi persalinan. Beberapa hal yang harus dicermati demi lancarnya persalinan yang telah ditunggu-tunggu, ialah:
Pemilihan metode persalinanDalam hal ini penting adanya komunikasi antara dokter dan pasangan suami-istri. Sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan. Pertimbangkan juga segi resiko dan efek yang terjadi setelahnya. Melahirkan normal, operasi caesar maupun waterbirth semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Pertimbangkan tempat melahirkanSejak memasuki masa trimester 3, ibu hamil sudah harus menentukan perencanaan tempat bersalin. Sebaiknya pilih tempat bersalin yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal untuk mengantisipasi jam persalinan yang tak terduga.
Tenaga medis penolong persalinanDokter kandungan maupun bidan yang sekiranya akan menangani proses persalinan sebaiknya ditentukan dari jauh-jauh hari. Ada baiknya menciptakan kesinambungan antara tenaga medis yang memantau kehamilan ibu sedari awal, sehingga dapat tahu betul perihal perkembangan ibu dan janin.
Selain beberapa hal medis di atas, ada persiapan persalinan yang harus dilakukan Anda dan pasangan di rumah, yaitu:
Banyak berdiskusi dengan pasanganHal kecil seperti mempersiapkan perlengkapan bayi, mengecat kamar bayi maupun mempersiapkan nama bagi bayi merupakan hal yang membutuhkan komunikasi antara pasangan.

Komunikasi yang lancar terjalin diharapkan akan meminimalisir dampak babies blues yang kerap melanda.
Pahami tanda-tanda siap melahirkanPahami tanda-tanda siap melahirkan dengan banyak bertanya dan menyimak dari keterangan dokter maupun pengalaman ibu-ibu melahirkan sehingga Anda tidak keliru menerjemahkan kontraksi.
Persiapkan tas salinSiapkan beberapa helai baju ganti pun baju hangat untuk ibu dan calon bayi. Teliti kembali kira-kira barang apa yang akan dibutuhkan saat proses persalinan.

Masukan barang-barang tersebut dalam satu tas khusus di tempat yang terlihat, sehingga jika sewaktu-waktu kontraksi persalinan dimulai, tas tersebut mudah dimobilisasikan.
Selain persiapan yang terlihat secara fisik, persiapan mental pun tidak kalah pentingnya dilakukan. Banyak membaca pengalaman-pengalaman yang dibagi oleh wanita-wanita lain saat melahirkan akan memberi banyak masukan berharga. Calon ibu yang telah bersiap biasanya akan mengalami persalinan minim komplikasi.
MACAM-MACAM ALAT KONTRASEPSI







 

I.         KB
A.    Definisi Program KB
Program KB adalah bagian yang terpadu dalam program pembangunan nasional dan bertujuan untuk turut serta menciptakan kesejahteraan ekonomi, spiritual, dan sosial penduduk Indonesia.
B.     Tujuan Program KB
Tujuan program KB adalah memperkcil angka kelahiran, menjaga kesehatan ibu dan anak, serta membatasi kehamilan jika jumlah anak sudah mencukupi.
C.    Macam – macam Program KB
1.    Kondom
Kondom adalah sarung karet tipis penutup alat kelamin laki-laki yang menampung cairan sel mani saat pria ejakulasi.
§  Keuntungan
ü Murah, mudah di beli
ü Mudah dipakai sendiri
§  Kerugian
ü Selalu harus ada persediaan
ü Mengganggu kenyamanan senggama
ü Kadang-kadang menimbulkan alergi
§  Cara penggunaan
ü Menyarubgkan pada alat kelamin laki-laki yang sudah tegang, dari ujung dari ujung sampai kepangkalnya pada saat bersenggama.
ü Sesudah bersenggama, dikeluarkan dari liang senggama, sebelum alat kelamin laki- laki lemas.
2.    Pil KB
Pil ini adalah hormon yang mengandung estrogen dan progesteron yang diminum tiap hari.
§  Keuntungan
ü Kesuburan segera kembali
ü Mengurangi rasa nyeri waktu haid
ü Mudah menggunakannya
ü Tidak mempengaruhi produksi ASI pada pil mini
§  Kerugian
ü Harus diminum tiap hari
ü Dapat mempengaruhi ASI pada pil kombinasi
ü Tidak dianjurkan pada wanita usia > 50 tahun dan perokok karena akan mempengaruhi keseimbangan metabolisme tubuh
§  Cara pengguaan
Pil pertama diminum hari ke lima haid berturut-turut setiap hari 1 pil. Jika lupa minum pil satu hari maka segera minum dua tablet keesokan harinya, kecuali pemakai yakin tidak hamil.
3.    Suntik KB
Adalah obat yang disuntikkan ke bokong ibu. Suntik KB ada 2 macam yaitu : 3 bulan / 1 bulan. 
§  Keuntungan KB 1 bulan
ü Menimbulkan haid yang teratur tiap bulan
ü Kesuburannya lebih cepat kembali setelah suntikan dihentikan
§  Kerugian KB 1 bulan
ü Penyuntikan lebih sering 1 bulan sekali
ü Biaya lebih tinggi/lebih mahal
ü Mempengaruhi ASI
§  Efek samping
ü Haid tidak teratur
ü Mual dan Sakit kepala
ü Terjadi perubahan berat badan
§  Keuntungan KB 3 bulan
ü Penyuntikan dilakukan setiap 3 bulan
ü Tidak mempengaruhi produksi ASI
ü Biaya lebih murah
§  Kerugian KB 3 bulan
ü Haid tidak teratur setiap bulan
ü Haid akan berkepanjangan
§  Efek samping
ü Gangguan haid
ü Berat badan bertambah
ü Sakit kepala
4.    Implant / Susuk
Adalah kapsul batangan yang berbentuk seperti korek api. Ada yang berjumlah 2 biji untuk 3 tahun dan 6 biji untuk 5 tahun.
§  Keuntungan
ü Aman digunakan setelah melahirkan dan menyusui
ü Menguragi nyeri haid
§  Kerugian
ü Nyeri kepala dan mual
ü Peningkatan dan penurunan BB
ü Membutuhkan tidakan bedah minor untuk pemasangan dan pencabutan
5.    IUD / AKDR
Adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan kedalam rahim, umumnya berbentuk T.
§  Keuntungan
ü Metode jangka panjamg 5-10 tahun
ü Tidak mempengaruhi ASI
ü Kesuburan akan segera kembali jika alat dikeluarkan
§  Kerungian
ü Terdapat bercak darah
ü Dapat terjadi infeksi
§  Efek samping
ü Nyeri/kram saat haid
ü keputihan
6.    Tubektomi / MOW
Adalah kontrasepsi permanen pada perempuan untuk mereka yang tidak ingin mempunyai anak lagi.
§  Keuntungan
ü Tidak mempengaruhi ASI
ü Tidak menggangu hubungan intim
§  Kerugian
ü Peluang untuk mempunyai anak lagi sangat kecil
ü Memerlukan opersi minor
7.    Vasektomi / MOP
Adalah kontrasepsi permanen pada laki-laki untuk mereka yang tidak ingin mempunyai anak lagi.
§  Keuntungan
ü Tidak menggangu hubungan intim
ü Pasien tidak perlu dirawat di rumah sakit
§  Kerugian
ü Peluang untu mempunyai anak lagi sangat kecil
ü Memerlukan opersi minor